RSS

DDII


Masa Orde Lama (1959-1965) tercatat sebagai masa paling gelap dalam sejarah kehidupan kebangsaan Indonesia. Persiden Sukarno mencanangkan Konsepsi Presiden yang secara operasional terwujud dalam bentuk Demokrasi Terpimpin. Demokrasi terpimpin memusatkan seluruh kekuasaan di tangan Presiden. Para pemimpin nasional Mochtar Lubis, K.H. Isa Anshari, Mr. Assaat, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Boerhanoeddin Harahap, S.H., M. Yunan nasution, Buya Hamka, Mr, Kasman Singodimedjo dan K.H E.Z. Muttaqin yang bersikap kritis terhadap politik Demokrasi terpimpin, ditangkap dan dipenjarakan tanpa proses pengadilan. Puncak dari masa penuh kegelapan itu ialah pecahnya pemberontakan berdarah oleh G.30.S/PKI.

Sesudah seluruh kekuatan bangsa yang anti komunis bangkit menghancurkan pemberontakan tersebut, datanglah zaman baru yang membawa banyak harapan. Yaitu era Orde Baru yang bertekad melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Pada masa inilah, para pemimpin bangsa yang dipenjarakan oleh rezim Orde Lama dibebaskan.

Para pemimpin nasionalis-Islami yang pada dasarnya tidak dapat duduk berpangku tangan, seperti Mohammad Natsir dan Prawoto Mangkusasmito mulai merancang gagasan untuk berpartisipasi penuh mendukung pemerintahan Orde Baru. Pada mulanya mereka mengharapkan pemerintah bersedia merehabilitasi Partai Politik Masyumi yang dipaksakan membubarkan diri oleh Presiden Soekarno. Musyawarah Nasional III Persatuan Sarjana Hukum Indonesia (Persahi) menyatakan: “bahwa pembubaran Masyumi, Partai Sosialis Indonesia (PSI), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), yuridis formal tidak syah, dan yuridis material tidak beralasan”. Namun, pembubaran Masyumi, ternyata bukanlah masalah hukum semata-mata Pembubaran tersebut adalah masalah politik. Oleh karena itu ketika permintaan tersebut, oleh berbagai pertimbangan tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah, tokoh-tokoh nasionalis-Islami itu tidak ngotot, juga tidak berputus harapan.

Bagi mereka, aktivitas hidup ini semata-mata dalam rangka beribadah dan berdakwah untuk rneraih keridhaan Ilahi. Berkecimpung di lapangan politik, bagi mereka merupakan bagian dari ibadah dan dakwah. Maka ketika mereka tidak lagi mendapat kesempatan untuk berkiprah di lapangan politik, jalan ibadah clan dakwah dalam bentuk lain masih terbuka sangat lebar. Dalam kata-kata Pak Natsir, dulu berdakwah lewat jalur politik, sekarang berpolitik melalui jalur dakwah.

Demikianlah, maka pada 26 Februari 1967, atas undangan pengurus masjid Al-Munawarah, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, para alim ulama dan zu’ama berkumpul untuk bermusyawarah, membahas, meneliti, dan menilai beberapa masalah, terutama yang rapat hubungannya dengan usaha pembangunan umat, juga tentang usaha mempertahankan aqidah di dalam kesimpangsiuran kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakat.

Musyawarah menyimpulkan dua hal sebagai berikut:

1. Menyatakan rasa syukur atas hasil dan kemajuan yang telah dicapai hingga kini dalam usaha-usaha dakwah yang secara terus menerus dilakukan oleh berbagai kalangan umat, yakni para alim ulama dan para muballigh secara pribadi, serta atas usaha-usaha yang telah dicapai dalam rangka organisasi dakwah.
2. Memandang perlu (urgent) lebih ditingkatkan hasil dakwah hingga taraf yang lebih tinggi sehingga tercipta suatu keselarasan antara banyaknya tenaga lahir yang dikerahkan dan banyaknya tenaga batin yang dicurahkan dalam rangka dakwah tersebut.

Untuk menindaklanjuti kesimpulan pada butir kedua di atas, musyawarah para ulama dan zu’ama mengkonstatir terdapatnya berbagai persoalan, antara lain:

1. Mutu dakwah yang di dalamnya tercakup persoalan penyempurnaan sistem perlengkapan, peralatan, peningkatan teknik komunikasi, lebih-lebih lagi sangat dirasakan perlunya dalam usaha menghadapi tantangan (konfrontasi) dari bermacam-macam usaha yang sekarang giat dilancarkan oleh penganut agama-agama lain dan kepercayaan-kepercayaan (antara lain faham anti Tuhan yang masih merayap di bawah tanah), Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan sebagainya terhadap masyarakat Islam.
2. Planning dan integrasi yang di dalamnya tercakup persoalan-persoalan yang diawali oleh penelitian (research) dan disusul oleh pengintegrasian segala unsur dan badan-badan dakwah yang telah ada dalam masyarakat ke dalam suatu kerja sama yang baik dan berencana.

Dalam menampung masalah-masalah tersebut, yang mengandung cakupan yang cukup luas dan sifat yang cukup kompleks, maka musyawarah alim ulama itu memandang perlu membentuk suatu wadah yang kemudian dijelmakan dalam sebuah Yayasan yang diberi nama Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia disingkat Dewan Dakwah. Pengurus Pusat yayasan ini berkedudukan di ibu kota negara, dan dimungkinkan memiliki Perwakilan di tiap-tiap ibukota Daerah Tingkat I serta Pembantu Perwakilan di tiaptiap ibukota Daerah Tingkat II seluruh Indonesia.

Dewan Dakwah yang dikukuhkan keberadaannya melalui Akte Notaris Syahrim Abdul Manan No. 4, tertanggal 9 Mei 1967, melandaskan kebijaksanaannya kepada empat hal:

1. Yayasan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia berdasarkan taqwa dan keridhaan Allah.
2. Dalam mencapai maksud dan tujuannya, Dewan Dakwah mengadakan kerja sama yang erat dengan badan-badan dakwah yang telah ada di seluruh Indonesia.
3. Dalam hal yang bersifat kontroversial (saling bertentangan) dan dalam usaha melicinkan jalan dakwah, Dewan Da’wah bersikap menghindari dan atau mengurangi pertikaian faham antara pendukung dakwah, istimewa dalam melaksanakan tugas dakwah.
4. Di mana perlu dan dalam keadaan mengizinkan, Dewan Dakwah dapat tampil mengisi kekosongan, antara lain menciptakan suatu usaha berbentuk atau bersifat dakwah, usaha mana sebelumnya belum pernah diadakan, seperti mengadakan pilot projek dalcrm bidang dakwah.

Musyawarah alim ulama juga merumuskan program kerja sebagai penjabaran dari landasan kebijaksanaan di atas. Program kerja tiga pasal itu ialah sebagai berikut:

1. Mengadakan pelatihan-pelatihan atau membantu mengadakan pelatihan bagi muballighin dan calon-calon muballighin.
2. Mengadakan research (penelitian) atau membantu mengadakan penelitian, yang hasilnya dapat segera diinanfaatkan bagi perlengkapan usaha para muballighin pada umumnya.
3. Menyebarkan aneka macam penerbitan, antara lain buku-buku, brosur, dan atau siaran lain yang terutama ditujukan untuk memperlengkapi para muballighin dengan ilmu pengetahuan, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum lainnya, guna meningkatkan mutu dan hasil dakwah. Usaha ini diharapkan dapat mengisi kekosongan-kekosongan di bidang lektur, yang khusus diperlukan dalam masyarakat.

Kepengurusan Dewan Da’wah
Musyawarah juga menyetujui kepengurusan Dewan Da’wah yang untuk pertama kalinya terdiri dari:

Ketua : Mohammad Natsir
Wakil Ketua : Dr. H.M. Rasjidi
Sekretaris : H. Buchari Tamam
Sekretaris II : H. Nawawi Duski
Bendahara : H. Hasan Basri
Anggota : K.H. Taufiqurrahman
: Mochtar Lintang
: H. Zainal Abidin Ahmad
: Prawoto Mangkusasmito
: H. Mansur Daud Datuk Palimo Kajo
: Prof. Osman Raliby
: Abdul Hamid

Pada tahun 1983, karena banyak anggota pengurus yayasan yang wafat, dilakukan penyegaran kepengurusan sehingga komposisinya menjadi sebagai berikut:
Ketua : Mohammad Natsir
Wakil Ketua I : Dr. H.M. Rasjidi
Wakil Ketua II : H.M. Yunan Nasution
Wakil Ketua III : Dr. Anwar Harjono, S.H.
Sekretaris : H. Buchari Tamam
Wakil Sekretaris : H. Nawawi Duski
Bendahara : K.H. Hasan Basri
Anggota :

1. Boerhanoeddin Harahap, S.H.
2. K.H.A. Malik Ahmad
3. Prof. Osman Raliby
4. Ir. Ahmad Mas’oed Luthfi

Pada tahun 1989, kembali dilakukan penyegaran kepengurusan, menjadi sebagai berikut:
Ketua : Mohammad Natsir
Wakil Ketua I : Dr. H.M. Rasjidi
Wakil Ketua II : H.M. Yunan Nasution
Wakil Ketua III : Dr. Anwar Harjono, S.H.
Sekretaris : H. Buchari Tamam
Wakil Sekretaris : Hasanuddin Abu Bakar
Bendahara : K.H. Hasan Basri
Anggota :

1. K.H. Abdul Malik Ahmad.
2. Prof. Osman Raliby
3. Ir. Ahmad Mas’oed Luthfi
4. K.H. Sholeh Iskandar
5. K.H.M. Rusjad Nurdin
6. Mohammad Soleiman
7. Drs. Saifullah Mahyuddin, M.A.
8. Ir. Soleh Widodo, M.Ed
9. H. Hussein Umar
10. Abdul Wahid Alwi, M.A.

Setelah M. Natsir wafat pada 14 Sya’ban 1413/6 Februari 1993, berdasarkan hasil Pertemuan Silaturrahmi Keluarga Besar Dewan Dakwah yang diselenggarakan di Jakarta pada 1-2 Dzulqa’idah 1413/23-24 April 1993, diputuskan komposisi kepengurusan sebagai berikut:

Ketua I : Prof. Dr. H.M. Rasjidi
Ketua II : H.M. Yunan Nasution
Ketua III/Harian : Dr. Anwar Harjono, S.H.
Ketua IV : K.H.M. Rusjad Nurdin
Sekretaris : H. Buchari Tamam
Wakil Sekretaris : H. Hasanuddin Abu Bakar
Bendahara : H. Moh. Nazief, S.E.
Anggota :

1. K.H. Hasan Basri
2. H. A. Wahid Alwi, M.A.
3. Ir. Ahmad Mas’oed Luthfi
4. Drs. Saifullah Mahyuddin, M.A.
5. Mohammad Soleiman
6. H. Hussein Umar.
7. K.H.A. Malik Ahmad
8. Prof. Osman Raliby
9. K.H.A. Latief Muchtar, M.A.
10. K.H. Drs. Didin Hafidhuddin, M.Sc.
11. K.H. Affandi Ridhwan
12. Dr. H.M. Amien Rais, M.A.

Penyegaran kepengurusan kembali dilakukan pada tahun 1997. Berdasarkan SK No. 003 / A-DDIIP / 1417 / 1997, ditetapkan komposisi kepengurusan sebagai berikut:

Ketua Umum : Dr. H. Anwar Harjono, S.H.
Ketua : Prof. Dr. H.M. Rasjidi
Ketua : K.H.M. Rusjad Nurdin
Wakil Ketua : Mohammad Soleiman
Wakil Ketua : Drs. H.M. Cholil Badawi
Wakil Ketua : Ir. H.A.M. Luthfi
Wakil Ketua : H. Hartono Mardjono, S.H.
Wakil Ketua : Dr. Ir. H.A.M. Saefuddin
Sekretaris Umum : H. Hussein Umar
Sekretaris : H. Hasanuddin Abu Bakar
Sekretaris : H. Mas’adi Sulthani, M.A.
Sekretaris : H.M. Noer, M.A.
Bendahara : H.M. Nazief, S.E.
Wakil Bendahara : H. Tamsil Linrung
Anggota :

1. K.H. Hasan Basri
2. Prof. H. Osman Raliby
3. H.A. Wahid Alwi, M.A.
4. K.H.A. Latief Muchtar, M.A.
5. K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc.
6. K.H. Affandi Ridhwan
7. Dr. H.M. Amien Rais, M.A.
8. H. Muzayyin Abdul Wahab, Lc
9. H. Wardi Kamili
10. H. Ramlan Mardjoned
11. H. Heman Khalilulrahman
12. H. Amlir Syaifa Yasin
13. H. Syuhada Bahri
14. H. Syariful Alamsyah, Lc
15. Drs. H. Misbach Malim, Lc
16. H. Zulfi Syukur
17. H. Amlika Hs. Dt. Maradjo
18. H. Hardi M. Arifin
19. Ramli Hutabarat, S.H., M.Hum
20. Drs. Muhsin, MK
21. H. Mazni Mohd. Yunus, Lc
22. Prof. Dr. A. Rahman Zainuddin
23. H. Abdul Wahid Sahari, M.A.
24. Prof. Drs. H. Dochak Latief
25. H. Faisal Baasir, S.H.
26. H. Fadhol Arofah, M.A.
27. H. Farid Prawiranegara, AK.
28. H. Geys Amar, S.H.
29. Prof. Dr. H. Hasan Langgulung
30. K.H.A. Khalil Ridwan, Lc
31. Dr. Ir H. Imaduddin Abdulrahim
32. Dr. H. Kuntowijoyo
33. Drs. H. Mohammad Siddiq, M.A.
34. Prof. H. Daud Ali, S.H.
35. Dr. H. Muslim Nasution
36. H. Moeslim Aboud Ma’ani, M.A.
37. H. Nuhtada Labina
38. Dr. H. Nurhay Abdurrahman
39. Drs. H. Nursal
40. Drs. H. Nurul Huda
41. H. Rais Ahmad, S.H., M.A.
42. H. Rusydi, S.H., S.Ag.
43. Dr. H. Sohirin Mohammad Sholihin
44. Drh. H. Taufiq Ismail
45. Dr. H. Yahya Muhaimin, M.A
46. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, S.H.
47. Prof. Dr. H. Yusuf Amir Feisal.

Badan Pembina, Pengawas dan Pengurus Dewan Da’wah
Berdasarkan keputusan Musyawarah Besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia yang dilaksanakan di Bogor tanggal 22 s/d 25 Agustus 2005 dan disesuaikan dengan undang-undang yayasan yang baru, dibentuk susunan Badan Pembina, Pengawas dan Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia periode 2005 s/d 2010 sebagai berikut :

Badan Pembina
Ketua : Drs. H.M. Cholil Badawi
Wakil Ketua : Ir. H.A.M. Luthfi
Wakil Ketua : K.H. Nadjih Ahjad
Anggota :

1. Prof. DR. H.A.M. Saefudin
2. K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i
3. Drs. H. Anwar Saleh
4. K.H. Abdul Wahid Sahari, MA
5. K.H. Dadun Abdul Qahar
6. Dr. H. Didin Hafiduddin, M.Sc
7. DR. Ir. H.M. Imaduddin A.R
8. Prof. DR. Jusuf Amir Feisal
9. Rusydi Hamka
10. KH. Shiddiq Amin
11. Drh. Taufiq Ismail
12. Prof. DR. Yahya A. Muhaimin
13. Yudo Paripurno, SH
14. DR. Zuhal Abdul Qadir

Badan Pengawas
Ketua : Drs. Mohammad Siddik
Anggota : DR. H. Saifudin Bachrun
: Ir. H. Ahmad Fauzi Natsir
: Farid Prawiranegara, MBA
: Drs. Zulkifli Hasan

Pengurus Harian
Ketua Umum : Hussein Umar
Ketua : KH. A. Khalil Ridwan
Ketua : H. Mas’adi Sulthani, MA
Ketua : DR. H. Mohammad Noer
Ketua : Adian Husaini, MA
Ketua : DR. Daud Rasyid
Ketua : H. Ramlan Mardjoned
Ketua : H. Syuhada Bahri
Ketua : Hj. Ida Farida Natsir
Sekretaris Umum : H. Abdul Wahid Alwi, MA
Sekretaris : H. Muzayyin Abdul Wahab, Lc
Sekretaris : H. Amlir Syaifa Yasin, MA
Sekretaris : H. Hardi M. Arifin
Sekretaris : Zahir Khan, SH. Dipl. TEFL
Sekretaris : H. Syariful Alamsyah, Lc
Sekretaris : Drs. H. Misbach Malim, Lc. M.Sc
Sekretaris : Mohammad Avid Solihin, MM
Sekretaris : Dra. Hj. Andi Nurul Jannah, Lc
Bendahara : H. Edi Setiawan
Wakil Bendahara : H. Makmun Daud
Wakil Bendahara : Dra. Hj. Irmawati M. Nazief

Pada tanggal 19 April 2007, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Bapak Hussein Umar wafat, kemudian berdasarkan rapat Badan Pembina diputuskanlah susunan Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pengganti antar waktu sampai tahun 2010 yang susunannya adalah sebagai berikut :

Ketua Umum : H. Syuhada Bahri
Ketua : KH. A. Khalil Ridwan
Ketua : H. Mas’adi Sulthani, MA
Ketua : DR. H. Mohammad Noer
Ketua : Adian Husaini, MA
Ketua : DR. Daud Rasyid
Ketua : H. Ramlan Mardjoned
Ketua : H. Syariful Alamsyah
Ketua : Hj. Ida Farida Natsir
Sekretaris Umum : H. Abdul Wahid Alwi, MA
Sekretaris : H. Muzayyin Abdul Wahab, Lc
Sekretaris : H. Amlir Syaifa Yasin, MA
Sekretaris : H. Hardi M. Arifin
Sekretaris : Zahir Khan, SH. Dipl. TEFL
Sekretaris : H. Suwito Suprayogi
Sekretaris : Drs. H. Misbach Malim, Lc. M.Sc
Sekretaris : Drs. Avid Solihin, MM
Sekretaris : Dra. Hj. Andi Nurul Jannah, Lc
Bendahara : H. Edi Setiawan
Wakil Bendahara : H. Makmun Daud
Wakil Bendahara : Dra. Hj. Irmawati M. Nazief

Visi dan Misi
Visi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia adalah untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang Islami dengan menggiatkan dan meningkatkan mutu da’wah di Indonesia

Misi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia adalah :

1. Menanamkan Aqidah dan menyebarkan pemikiran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah
2. Membendung pemurtadan, ghazwul fikri dan harakah haddamah
3. Menyiapkan du’at untuk berbagai tingkatan sosial kemasyarakatan dan menyediakan saranadalam upaya meningkatkan kualitas da’wah
4. Membina kemandirian ummat dan menyadarkan mereka atas kewajiban da’wah
5. Mengembangkan jaringan kerjasama serta koordinasi ke arah realisasi amal jama’i
6. Membangun solidaritas Islam Internasional dan turut serta menciptakan perdamaian dunia

Alamat Kantor Pusat dan Cabang Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
Gedung Menara Da’wah
Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta 10450
Telp. (021) 3909059, 3900201, 39899323, 39899324 (Hunting)
Fax. (021) 3908203, 3103693
Website : http://www.dewandakwah.com
Email : sekretariat@dewandakwah.

Perwakilan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Seluruh Indonesia
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Jl. T. Nyak Arief No. 159
(Depan Masjid Brimob) Jeulingke, Banda Aceh
Telp. (0651) 74009410
Fax. (0651) 7551070
B A N T E N
Komplek Ciceri Indah Blok D/10
Serang – 42118
Telp. (0254) 200191
SUMATERA UTARA
Jl. Brigjend. Katamso No. 325
Medan – Sumatera Utara 20159
Telp. (061) 4565055
Fax. (061) 4565055
DKI Jakarta
Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta 10450
Telp. (021) 3909647 Fax. (021) 3909342
R I A U
Jl. Todak/Gang Udang Putih No. 1
(Kantor IKMI Koorwil Riau) Pekanbaru
Telp. (0761) 7047378
JAWA BARAT
Jl. Pungkur No. 151 Bandung – 40251
Telp (022) 4235406 Fax. (021) 4235406
B A T A M
Gedung Ibnu Sina
Jl. Teuku Umar Lubuk Baja – Batam
Telp. (0778) 422247, 458394
JAWA TENGAH KANTOR SEMARANG
Jl. MT. Haryono No. 6 Semarang – 50127
Telp. (024) 557147 Fax. (024) 557147
SUMATERA BARAT
Jl. Srigunting No. 2 Air Tawar Barat, Padang
Telp. (0751) 7053072
Fax. (0751) 7053072
D.I. YOGYAKARTA
Jl. Ipda Tut Harsono (Timoko) No. 3A Mujamuju, Yogyakarta
J A M B I
Jl. Soekarno-Hatta RT. 34 No. 57
Kel. Tambak Sari,
Jambi Selatan – 36138
JAWA TIMUR
Jl. Purwodadi Raya 86-88 Surabaya – 60171
Telp. (031) 3575337 Fax. (031) 5312133
SUMATERA SELATAN
Gedung YPU 24 Ilir, Jl. Brigjend. Dani Effendi (d/h Jl. Radial) No. 303 Palembang 30134
Telp. (0711) 366106
B A L I
Jl. Serma Repot No. 4 Sanglah, Denpasar
BENGKULU
Masjid Al-Kautsar, Jl.Kapuas III RT. 15
Padang Harapan, Bengkulu 38225
Telp. (0736) 342637
Fax. (0736) 342637
KALIMANTAN TENGAH
Jl. MT. Haryono No. 103 Sampit
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
Telp. (0531) 6709988
L A M P U N G
Masjid Al Munawwarah Lt. II,
Jl. Imam Bonjol GG. Beringin No. 23 Lebak Manis, Suka Jawa,
Bandar Lampung – 35157
Telp. (0721) 252527
Fax. (0721) 252527
KALIMANTAN BARAT
d/a Komp. Perguruan Ishlah Baitul Mal (IBM),
Jl. H. Rais A. Rahman Gg. Lawu, Pontianak
KALIMANTAN SELATAN
Masjid Hasbunallahu Wanikmal Wakil,
Jl. P. Antasari Gg. Hasanuddin No. 28,
Banjarmasin
KALIMANTAN TIMUR
Jl. Pandan Harum D/81 Perumahan Erliza, Samarinda
GORONTALO
Jl. Andalas No. 124 Kota Gorontalo
Telp. (0435) 830703
NUSA TENGGARA BARAT
Jl. Taruna No. 5 Kediri, Lombok Barat
NUSA TENGGARA TIMUR
Jl. Soekarno No. 24 Kupang
Telp. (0380) 831393
NUSA TENGGARA TENGAH
Jl. Imam Bonjol No. 6 Bima
SULAWESI SELATAN
Jl. Yos Sudarso Lorong 153/26 A
Makassar – 90231
SULAWESI TENGAH
Jl. Sungai Lonti No. 60 Palu – 94222
SULAWESI UTARA
Jl. TVRI Kel. Banjer – Lingkungan V
Manado – 95125
SULAWESI TENGGARA
Jl. Kalenggo No. 13 Kendari – 93117
MALUKU UTARA
Jl. Zainal Abidin Syah, Soasio, Tidore,
Halmahera Tengah, Maluku Utara
MALUKU TENGAH/TENGGARA & AMBON
Islamic Centre, Jl. Sultan Babullah
Ambon – 97126
P A P U A
Jl. Nowari No. 95 Merauke, Papua
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jl. Parit Lalang No. 1
(Komplek Al Qalam)
Kel. Parit Lalang Kec. Rangkui
Pangkalpinang

 

3 responses to “DDII

  1. buy viagra online

    30 Juni 2012 at 11:40

    I have recently started a blog, the information you offer on this web site has helped me tremendously. Thanks for all of your time & work. “Americans detest all lies except lies spoken in public or printed lies.” by Edgar Watson Howe.

     
  2. Andi Surandi

    8 September 2013 at 06:07

    oh jadi bikinan persis yah DDII ini trus kenapa bikin lagi ormas yang mirip LDII apa hubunganya malah LDII lebih maju daripada kakaknya DDII kenapa yah?

     
  3. Muhammad Dharmawan

    8 November 2013 at 23:45

    Ambilah sebuah buku tulis dan pena lalu tulislah dengan akurat setiap pikiran yang terlintas, perasaan2 yang terpapar, kata hati yang terbesit dan gerakan2 yang diperbuat secara rinci, akurat dan mendetail dalam 5 menit yang lalu dan 5 menit kedepan !
    Jawabnya : tidak bisa dan tidak tahu! Kenapa ? Lalu makhluk mana kira-kira yang bisa dan tahu (tentang itu),baik pada dirinya dan pada semua makhluk-makhluk yang ada?
    Jika setiap makhluk tidak mampu menulis secara mendetail dan akurat setiap pikiran-pikiran yang terlintas,kata-kata hati yang terbesit,perasaan-perasaan yang terpapar, gerakan-gerakan yang terjadi pada dirinya sendiri baik masa yang lalu maupun yang depan? Bagaimana dengan Allah Swt Pencipta setiap makhluk itu,mungkinkah dia itu juga tidak tahu menahu?
    Jika begitu anggapannya jadi siapa yang tau persis (tentang itu semua secara rinci dan mendetail) dan yang mengendalikan segala sesuatu didalam semesta ini? Milik siapakah segala sesuatu itu, selain Allah Swt? Apakah kelebihan manusia-manusia padahal tidak tau semua yang telah terjadi dan yang akan terjadi pada dirinya sendiri selain kesesatan dan ketidaktahuan?
    Jika saja kita mau sedikit berpikir maka kita sadar dan betapa lemahnya kita demikian juga dengan makhluk semuanya , maka salahkah kita jika “menyerah” kepada Allah Swt Pencipta kita dan alam semesta ini yang mengetahui apa yang ada dibelakang “ semua yang telah terjadi dan kedepan “yang akan terjadi”? atas kita dan semua ciptaanNYA, seraya bersyukur dan bersabar atas semua ketetapanNYA?
    Menjadi cerdaslah! Dengan berpikir kenapa kita bisa berpikir? Demikian juga dengan seluruh manusia? dan Dimana tercatat semua pikiran itu jika kitalupa atau otak kita sudah jadi tanah atau abu? dan Dimana pula perbendaharaan pikiran2, ide2 itu sebelum terlintas diotak2 manusia selama ini padahal sebelumnya mereka2 tidak tau?
    Jika seseorang bersaksi : tidak ada ilah ‘’Penguasa,Yang Kuasa selain Allah Swt’’ dan yakin dia hanyalah hamba yang tidak punya daya upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah Swt serta mengikhlaskan yang ada dalam surat Al Iqhlas tanpa syarat : seperti Allah itu Ahad “Tunggal” tanpa sekutu “Allah DIA yang dibutuhkan,”Tanpa perlu pihak ketiga” DIA tidak beranak dan diperanakkan dan tidak ada satu pun yang setara dan menyerupaiNYA, sebab Allah Swt tidak bisa dilihat,tidak terjangkau pikiran/dikhayalkan!
    Apakah orang-orang yang mengimani seperti yang demikian itu sesat, keliru dan perlu diluruskan sebab dia hanya berserah diri hanya kepada Allah Swt saja dan mengadu (curhat) setiap permasalahannya dan meminta langsung kepada Allah Swt Penciptanya,pemiliknya yang faham atas setiap pikiran,perasaan dan kata hatinya tanpa perlu perantara,wali atau pihak ketiga! Sebab dia berpikir siapakah yang bisa menolongnya nanti ketika dia berada didalam kesendirian dan kesunyian misalnya ketika sakaratul maut, dalam kubur,dll ! Salahkah jika dia membina hubungan langsung dengan Allah Swt mulai sejak dini?
    Inilah contoh akidah orang-orang yang telah menjalani di shirattal mustaqiim “Jalan Yang Lurus” yang pasti tidak sesat bahkan justru tengah meniti di Jalan Yang Lurus “shirratal mustaqiim” yang telah diberi nikmat oleh Allah Swt yang diminta dan diidam2kan orang dalam Al Fatihah disetiap shalatnya ( Barang siapa yang mentaati Allah dan rasul maka mereka bersama-sama orang yang Allah telah beri nikmat atas mereka yaitu para Nabi, para Shidiq “Orang-orang Benar dan Jujur” para Syuhada “Pejuang Agama yang Ikhlas” dan para Shalihin” pelaku kebajikan” (Qs : An Nisa : 69-70)
    Tiga Musuh Besar bagi Manusia2 yang Berakal yang wajib diwaspadainya:
    1. Hawa Nafsu”keinginan2 keji dan mungkar yang terbit dari dalam dirinya sendiri.
    2. Orang2 yang merayu kita untuk mengabdi, menyembah dan minta pertolongan, perlindungan serta berharap kepada Rabb2″ Tuan2″ dan Ilah2″Penguasa2″ yang lain selain dari Allah Swt Yang Tunggal, Pencipta, Pemilik “Rabb” dan Penguasa Mutlak alam semesta dan segala2nya!
    3.Siapapun yang mengajak kita untuk menipu, menganiaya/menyakiti, merugikan, menyusahkan, baik diri sendiri dan orang lain!
    Apakah yang akan kita sebut bagi: Orang2 yang diberi akal tetapi tidak digunakan untuk berpikir, memilah dan memilih yang terbaik bagi dirinya? Dan Orang2 yang diberi hati tetapi tidak digunakan untuk memahami danmewaspadai demi kemaslahatan dunia dan akhiratnya? Serta Orang2 yang punya perasaan tetapi enggan merasakan perasaan2 orang lainnya?
    Umpama hati adalah kebun dan agama/ideology adalah tanaman utamanya, jika bibit yang disemai adalah kepedihan, kebencian, dendam, serakah, iri dan dengki pasti tidak akan tumbuh kecuali sosok-sosok yang hanya pembuat kerusakan2 dan pertumpahan darah dibumi sejak dulu kala, yang demikian itulah yang tidak akan dilakukan “manusia sejati” sebab mereka dibekali akal yang lurus , hati nurani dan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
    Ketauhilah Jika kita ingin menuai KasihSayang dan Kebahagian yang berkekalan dari Allah Swt maka tanamlah sejak dini bibit2 syukur kepada Allah Swt dalam hati, dilisan dan perbuatan2, yang kelak Pasti akan berbuah ketenangan, kebajikan2 dan kebahagiaan2 baik pada diri sendiri maupun kepada sesama! Guna mengajar cara2 bersyukur yang benar dan lurus dan mengingatkannya Itulah misi para Nabi dan Rasul diutus sejak awal kemanusian.
    Sebaliknya jika manusia ingin menuai Murka dan Azab Allah Swt, baik didunia dan akhirat maka tanamlah bibit2 Keingkaran, kebencian atas semua KasihSayangNYA selama ini baik dalam hati, lisan dan perbuatan dan Pasti keberadaan mereka hanya akan merugikan dan menyusahkan baik dirinya sendiri maupun orang lain! Untuk mengajar inilah diciptakanNYA iblis dan syetan2 sebagai ujian!
    Jika ada orang2 yang meyakini dengan seyakin2nya bahwa mereka berasal dari Allah dan dilahirkan kedunia ini untuk mengabdi kepada Allah Swt sesuai dengan batas umur yang ditentukanNYA, kemudian mereka akan mati dan kembali kepada Allah dan dalam menjalani kehidupannya mereka mengamalkan ibadah2 yang diperintahkanNYA dengan sungguh2 ”khusyuk” lalu mereka berprilaku jujur, amanah, tabligh dan cerdas serta suka menolong sesama dengan ikhlas karena Allah, “sebagai tebusan atas jiwa mereka yang telah tergadai disisi Allah Swt!” Dengan Iman yang benar , Perbuatan yang baik dan mengharapkan Kerelaan dari Rabbnya agar kelak menjadi hamba yang merdeka didalam SurgaNYA kelak, sebab “ Siapakah yang dapat memberi pertolongan disisi Allah Swt tanpa ijinNYA?”
    Dan merekapun merasa tidak memiliki apapun dibumi ini kecuali Allah Swt. Sebab mereka tau Kepunyaan Allah lah segala sesuatunya, mereka sadar bahwa mereka hamba dan Allah Swt adalah Rabb=Tuan=Pemilik mereka yang setiap saat mengawasi mereka , mereka patuh dan tidak mengingkariNYA dan setia kepada Rabbnya tidak menduakanNYA atau menghianatiNYA, mereka bangga dan bersyukur kepada Rabb “Tuan”nya dengan mendirikan shalat untuk mengingat Rabb nya sebagai wujud syukur dan memohon bimbingan dan pimpinanNYA, mereka tidak butuh sosok2 lain untuk menebus jiwa mereka disisi Allah kecuali berharap dari Allah sendiri sehingga mereka tetap beriman dan berbuat berbagai kebajikan yang bermanfaat bagi mereka, oranglain dan makhluk seluruhnya dan merekapun tidak takut kecuali kepada Allah sebab mereka mengenalNYA. Dan manusia hanya bisa menyiksa dan menyakiti orang yang masih hidup saja tetapi Allah Swt Kuasa menyiksa orang2 yang hidup dan orang2 yang sudah mati!
    Mereka bersaksi bahwa La Illaha Illallah = Tidak ada “Penguasa,Yang Kuasa” selain Allah, sedangkan mereka meyakini mereka tidak ada daya dan upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah lalu mereka berikrar” Hanya kepada Allah kami mengabdi dan hanya kepadaNYA pula kami meminta pertolongan” sebab Allahu Shamad “Allah DIA Yang Dibutuhkan” contoh ketika nanti sakaratul maut siapa yang kuasa menolong kita, dalam kubur yang gelap, dll.
    Apakah keimanan dan perbuatan2 orang2 yang demikian ini dimurkai, sesat dan perlu diluruskan atau dipindah agamakan atau perlu dipindah pemahaman sehingga mereka harus menyembah dan berharap kepada mahkluk dengan berbagai kebodohaan & kelemahan2 yang telah diurai diatas? Atau kepada sesuatu atau patung2 yang bahkan tidak ada “otaknya” sama sekali ? Siapa kenyataannya yang sesat dan telah membuat kekacauan dimuka bumi selama ini?
    Kenapa Allah Swt memenuhi dan membiarkan keinginan2 dan keingkaran dari pengikut2 iblis “penjahat2” untuk membuat berbagai kerusakan2 dan pertumpahan darah dimuka bumi selama ini? Sebab demi janji Allah Swt kepada iblis dahulu. Namun perjanjian itu ada batas waktunya lagi sudah hampir dan ketika batas waktu itu berakhir dengan ijin Allah, maka iblis akan menggiring pengikutnya” yang telah menjadi miliknya” beramai2 seperti hewan ternak kedalam neraka!
    Dan Allah Swt juga telah berjanji kepada manusia2 yang beriman dan berbuat kebajikan untuk mewarisi bumi ini hingga tiba masa “KESUDAHANNYA” sebab akhirnya akan kembali awal tujuan manusia diciptakan dimuka bumi ini.
    Dalam pandangan Allah Swt dan manusia; Apakah ada kelebihan/keistimewaan org2 yang berjanggut,bersorban dan berjubah dengan yang Tidak? Yah, ada yaitu janggut,sorban dan jubah saja! Sebagaimana Tidak Ada Kelebihan/Keistimewaan org Arab dan yg non Arab, dll. Kecuali Imam dan Taqwa kepada Allah Swt serta Amal2 Kebajikannya yg bermanfaat bagi sesama!
    Perbedaan Injil Perjanjian Lama dan Injil Perjanjin Baru :
    Injil Perjanjian Lama adalah Perjanjian antara Allah ” Pencipta, Pemilik, Pemelihar, Penguasa Alam semesta dan segala isinya” dengan Manusia ciptaanNYA yang telah ingkar dan memberontak kepadaNYA agar bertobat dari perbuatan2 dosa serta patuh dan setia “Tidak menduakanNYA” dan beriman”percaya” kepada Allah dan para Utusan2NYA dan Inilah Injil Perjanjian Lama:
    Markus 12:31 Jawab Isa as: Hukum yang Pertama dan Terutama ialah: Dengarlah Hai Orang Israel, Allah “kita” itu Satu/Tunggal”! Dan Yang sama dengan itu ialah: “Cintailah Allah “Penciptamu”, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.!
    Dan Inilah Injil Perjanjian Baru yaitu : Perjanjian antara iblis yang telah dikutuk itu dengan para pengikutnya yaitu anak-anak iblis dan anak cucu Adam agar mengingkari Ajaran dan Hukum dari Para Nabi juga yang telah disampaikan oleh Isa as,agar tidak perlu bertobat kepada Allah dan Jangan percaya kepada Allah juga para utusan2NYA termasuk perkataan2 Isa as sendiri!(antichrist)
    inilah Injil Perjanjian Baru: IBRANI 6:1: Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas “Pertama dari ajaran Kristus” dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia dan Dasar Kepercayaan Kepada Allah.
    (10) Maka berkatalah Isa as kepada iblis :
    “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Allah, dan
    hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
    Oleh : Muhammad Dharmawan
    Banda Aceh , 9 November 2013

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Another Sa'ad's Blog

Tempatku Melepas Penat ...

SDN KRUCIL 1

Desa Krucil - Kec. Krucil - Kab. Probolinggo Kode Pos: 67288

Blog of Isa Ismet Khumaedi

Menjadi pribadi yang bermanfaat.

Dakwah Islam Channel

Media Belajar Ummat

latape2003

Just another WordPress.com site

Faisal Amri

Coretan Santri Grabag

Teguh Prawiro Laonda

Seorang Pencari Ilmu, Pencatat Ilmu, Peng"Copas" Ilmu, Penjaga Ilmu dan Seorang Pembagi Ilmu

Fachmubill

Si Pendiam dan Penasaran.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.159 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: